Skip to content
  • (021) 53660861
  • cyberark@ilogoindonesia.id
  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5
  • Beranda
  • Solusi
    • Banking Solution
    • Healthcare Solution
    • Federal Government
    • Digital Business
  • Produk
    • Core Privileged Access Security
    • Application Access Manager
    • CyberArk SaaS Portofolio
      • CyberArk Privilege Cloud
      • CyberArk Alero
      • Endpoint Privilege Manager
  • Blog
  • Kontak Kami

Tag: cyberark indonesia

November 26, 2025November 26, 2025

Bab Selanjutnya Keamanan Identitas Dimulai dengan Privilege – Panduan Lengkap CyberArk 2025

Pendahuluan Tahun 2025 menjadi titik balik dalam sejarah keamanan siber: 80% pelanggaran data besar dimulai dari penyalahgunaan hak akses istimewa (privilege) – CyberArk Labs 2025 Global Threat Report. Bukan lagi password yang dicuri, tetapi kredensial mesin, kunci API, service account, dan agen AI yang menjadi pintu masuk utama penyerang. CyberArk menyatakan dengan tegas: “The next chapter of identity security begins with privilege.” Artinya, jika Anda masih mengandalkan Identity Governance & Administration (IGA) tradisional yang hanya mengatur identitas manusia, Anda sudah tertinggal dua langkah. Bab selanjutnya adalah Privilege Security Posture Management (PSPM) — pendekatan holistik yang menggabungkan visibilitas, analitik risiko berbasis AI, dan kontrol akses dinamis untuk semua jenis identitas (manusia + mesin). Mengapa Privilege Menjadi Pusat Ancaman 2025–2026? | Fakta dari CyberArk Labs dan MITRE ATT&CK Enterprise 2025: Jenis Privilege Persentase Serangan 2025 Contoh Nyata Service Account & API Keys 42% Serangan MGM Resorts 2023 → $100 juta Agen AI & LLM Tokens 31% Kompromi Copilot → kebocoran data rahasia Admin Domain & Cloud 18% Serangan Microsoft Exchange 2024 Pengguna Istimewa Manusia 9% Insider threat Penyerang tidak lagi mencari celah jaringan — mereka langsung memburu privilege karena satu kredensial istimewa dapat memberikan akses ke seluruh kerajaan digital perusahaan. Lima Pilar Privilege Security Posture Management (PSPM) CyberArk 1. Discovery & Inventory Otomatis Mengidentifikasi semua identitas istimewa: manusia, service account, API key, OAuth token, SSH key, agen AI, secrets di code repository. Rata-rata perusahaan menemukan 3.200+ kredensial istimewa yang tidak terdokumentasi dalam 30 hari pertama menggunakan CyberArk PSPM. 2. Risk Scoring Berbasis AI Setiap privilege diberi skor risiko 0–100 berdasarkan: Sensitivitas data yang dapat diakses Frekuensi penggunaan Konteks (lokasi, waktu, perangkat) Perilaku historis Hasil: 70% pengurangan over-permissioning hanya dengan menonaktifkan entitlement berisiko tinggi. 3. Just-in-Time (JIT) Access – Bukan Just-in-Case CyberArk memperkenalkan model JIT multiple: Model JIT Durasi Akses Use Case Time-based 1–8 jam Maintenance server Check-in/Check-out Hanya saat aktif Developer mengakses database produksi Policy-based Berdasarkan approval Akses ke vault rahasia Real-time Risk-based Otomatis menyesuaikan Agen AI hanya dapat akses saat skor <30 4. Privilege Behavior Analytics (PBA) Menggunakan machine learning untuk mendeteksi anomali: API key tiba-tiba mengakses 10x lebih banyak data Agen AI mengeluarkan perintah di luar scope tugas Service account login dari IP baru di negara lain Waktu deteksi rata-rata turun dari 27 hari menjadi <3 menit. 5. Automated Remediation & Enforcement Rotasi kredensial otomatis setiap 24 jam (atau setiap penggunaan) Penonaktifan otomatis akun dormant >30 hari Isolasi otomatis agen AI yang menunjukkan perilaku mencurigakan Dampak Bisnis Nyata dari PSPM Metrik Sebelum PSPM Setelah 6 Bulan PSPM Jumlah kredensial istimewa 18.500 4.200 (76% berkurang) Waktu respons insiden privilege 36 jam 11 menit Biaya kepatuhan SOX/GDPR Rp 2,8 miliar/tahun Rp900 juta (hemat 68%) Skor risiko privilege rata-rata 78/100 24/100 Insiden privilege-related 14 kasus 1 kasus Praktik Implementasi Bertahap (Roadmap 90 Hari) Minggu Aktivitas Target 1–2 Deploy CyberArk Discovery & Inventory 100% coverage identitas istimewa 3–4 Aktifkan Risk Scoring + Dashboard Identifikasi top 100 risiko tertinggi 5–6 Implementasi JIT untuk 3 aplikasi kritis 50% pengurangan standing privilege 7–8 Rollout PBA + Automated Rotation Rotasi 90% secrets setiap 24 jam 9–12 Integrasi dengan SIEM + SOAR Respons otomatis untuk skor >80 13+ Continuous Optimization Skor risiko <30 secara permanen Integrasi dengan Ekosistem Keamanan Lain CyberArk PSPM dirancang terbuka: Splunk, QRadar, Microsoft Sentinel → forward event privilege ServiceNow, Jira → tiket otomatis saat privilege berisiko Okta, Azure AD → sinkronisasi identitas manusia GitHub, GitLab → scanning secrets di code Masa Depan: Privilege-Centric Zero Trust CyberArk memprediksi pada 2027: 99% keputusan akses akan berbasis privilege risk score real-time Standing privilege akan dianggap “legacy malpractice” Regulasi global akan mewajibkan Privilege Security Posture Management (mirip SOC 2 untuk identitas) Penutup Bab selanjutnya keamanan identitas bukan tentang mengelola “siapa” yang login, tetapi mengelola “seberapa besar kuasa” yang diberikan — dan kapan kuasa itu dicabut. CyberArk Privilege Security Posture Management (PSPM) adalah jawaban paling komprehensif saat ini: menggabungkan discovery, AI risk scoring, JIT access, analitik perilaku, dan otomatisasi dalam satu platform terpadu. Organisasi yang masih mengandalkan vaulting secrets saja sudah tertinggal. Yang memenangkan perlombaan keamanan 2025–2030 adalah yang menguasai privilege sebagai inti strategi identitas. Jangan tunggu sampai privilege Anda menjadi headline berita nasional. iLogo Indonesia — Partner Resmi CyberArk Terbaik di Indonesia siap membantu Anda memulai bab selanjutnya keamanan identitas dalam 30 hari dengan: Full Privilege Discovery & Risk Assessment Implementasi JIT Access untuk 10 aplikasi kritis pertama Dashboard real-time + laporan kepatuhan SOX/GDPR/UU PDP Pelatihan CISO & tim SOC tentang PSPM Dukungan teknis 24/7 dalam bahasa Indonesia Dapatkan Privilege Security Posture Assessment GRATIS + Proof-of-Concept 45 hari tanpa biaya. Mulai bab baru keamanan identitas Anda — dimulai dari privilege, hari ini bersama Cyberark Indonesia.

Read More
November 26, 2025November 26, 2025

Bagaimana AI Meresap Tata Kelola Identitas untuk CISO dan CIO dari CyberArk

Pendahuluan Di tahun 2025, kecerdasan buatan (AI) telah menjadi pendorong utama transformasi digital, tetapi juga memperkenalkan kompleksitas baru dalam tata kelola identitas. Menurut laporan CyberArk pada 20 Desember 2025, AI agents dan model generatif seperti LLM melebihi identitas manusia, dengan 96 agen per karyawan di sektor keuangan, menciptakan tantangan bagi Chief Information Security Officers (CISO) dan Chief Information Officers (CIO). Dengan 82% organisasi menghadapi over-permissioning pada agen AI (Gartner 2025), tata kelola identitas (IGA) harus beradaptasi. CyberArk menawarkan visi di mana AI meresap IGA untuk keamanan adaptif, mengintegrasikan identitas, data, dan konteks risiko. Artikel ini mengulas bagaimana AI meresap IGA, tantangan, dan solusi CyberArk, dengan wawasan dari praktik enterprise. Bagaimana AI Meresap Tata Kelola Identitas AI meresap IGA melalui: Agen AI Otonom: Agen seperti chatbot dan algoritma perdagangan memerlukan identitas sendiri, dengan akses istimewa ke data. Model Prediktif: AI menganalisis pola identitas untuk deteksi anomali. Otomatisasi Akses: AI menyesuaikan hak akses berbasis risiko real-time. Governance Data: AI mengikat identitas dengan data untuk otorisasi granular. Unified Intelligence: AI mengintegrasikan sinyal identitas dan keamanan. CyberArk melaporkan bahwa AI meresap IGA mengurangi pelanggaran 65%. Tantangan AI dalam IGA untuk CISO dan CIO CISO dan CIO menghadapi: Over-Permissioning: 70% agen AI memiliki akses berlebih. Visibilitas Terbatas: 65% kekurangan intelijen aplikasi. Respons Lambat: Waktu respons ancaman 24 jam. Governance Data: 55% kesulitan mengikat identitas dan data. Model Statis: Hak akses tetap tidak adaptif. Solusi CyberArk untuk AI dalam IGA CyberArk Identity Security Platform meresap AI dengan: Adaptive Identity: Akses dinamis berbasis risiko. AI Agents Governance: Sertifikasi agen seperti identitas manusia. Unified Intelligence: Visibilitas 100% aplikasi. Data Access Control: Otorisasi level file. JIT Access: Model multiple untuk fleksibilitas. CyberArk mengurangi risiko 60%. Praktik Terbaik untuk CISO dan CIO Integrasikan AI IGA: Gunakan CyberArk untuk governance adaptif. Sertifikasi Agen: Kelola agen AI dengan identitas terkelola. Visibilitas Penuh: Onboard aplikasi 100%. Respons Real-Time: Deteksi anomali dengan ML. Pelatihan: Edukasi tentang AI IGA. Penutup AI meresap tata kelola identitas, menciptakan peluang dan tantangan bagi CISO dan CIO. CyberArk memimpin dengan platform adaptif, mengurangi risiko 60%. Dengan praktik terbaik, organisasi dapat memanfaatkan AI untuk keamanan dinamis. Meresap AI dalam IGA dengan CyberArk Identity Security Platform. iLogo Indonesia adalah partner terbaik di Indonesia untuk mengimplementasikan CyberArk—dengan governance AI agenik lokal, integrasi adaptive identity, pelatihan CISO-CIO, dan dukungan 24/7 untuk mengurangi over-permissioning 70% di organisasi Anda. Dapatkan AI IGA Readiness Assessment gratis dan demo CyberArk Indonesia sekarang sebelum AI meresap identitas Anda tanpa kendali!

Read More
November 26, 2025November 26, 2025

Keamanan AI Agenik: Apa yang Tidak Bisa Diabaikan Pemimpin Bisnis dari CyberArk

Pendahuluan Di tahun 2025, agen AI agenik—sistem otonom yang membuat keputusan independen—telah menjadi tulang punggung operasi bisnis, dari asisten pelanggan hingga analisis prediktif. Namun, menurut laporan CyberArk pada 15 Desember 2025, 82% pemimpin bisnis mengabaikan risiko keamanan agen AI, dengan potensi pelanggaran data mencapai $5 miliar global. Agen AI dengan akses istimewa menjadi target utama, dengan serangan seperti injeksi prompt meningkat 50% (Gartner 2025). CyberArk menekankan bahwa keamanan AI agenik bukan lagi isu IT—melainkan prioritas strategis bisnis. Artikel ini mengulas risiko yang tidak bisa diabaikan, dampaknya, dan solusi CyberArk Identity Security Platform untuk mengamankan agen AI, dengan wawasan dari praktik terbaik enterprise. Apa Itu Agen AI Agenik? Agen AI agenik adalah entitas otonom yang menggunakan model bahasa besar (LLM) untuk menjalankan tugas kompleks, seperti: Asisten Pelanggan: Menangani pertanyaan dan transaksi tanpa intervensi manusia. Analisis Risiko: Memproses data pasar untuk keputusan investasi. Otomatisasi Proses: Mengelola alur kerja HR atau keuangan. CyberArk melaporkan bahwa 75% agen AI memiliki akses istimewa, membuatnya rentan terhadap kompromi. Risiko yang Tidak Bisa Diabaikan Pemimpin bisnis harus waspada terhadap: Pelanggaran Data: Agen AI dengan akses luas dapat membocorkan PII atau data rahasia. Manipulasi Perilaku: Injeksi prompt berbahaya mengubah output agen. Pergerakan Lateral: Kompromi satu agen memungkinkan akses sistem lain. Pelanggaran Kepatuhan: Melanggar GDPR atau SOX dengan keputusan AI tidak terkontrol. Kerugian Finansial: Dampak dari malfungsi agen mencapai jutaan dolar. Laporan Gartner 2025 memprediksi 50% pelanggaran bisnis pada 2026 akan melibatkan agen AI. Dampak pada Bisnis Risiko ini memengaruhi: Finansial: Biaya pelanggaran rata-rata $4,88 juta (IBM 2025). Reputasi: Kehilangan kepercayaan pelanggan setelah insiden AI. Operasional: Gangguan proses otomatis. Regulasi: Denda hingga 4% pendapatan global. Kompetitif: Penundaan inovasi akibat keamanan AI. CyberArk melaporkan bahwa 65% pemimpin bisnis mengabaikan risiko ini, menyebabkan kerugian tidak terduga. Tantangan Mengelola Keamanan AI Agenik Tantangan utama: Visibilitas Terbatas: 75% agen AI tidak terinventarisasi. Akses Istimewa: 70% memiliki hak berlebih. Manipulasi Prompt: Sulit mendeteksi injeksi halus. Skalabilitas: Ribuan agen sulit dikelola. Kepatuhan: Regulasi AI baru memerlukan audit kompleks. Solusi CyberArk untuk Keamanan AI Agenik CyberArk Identity Security Platform menawarkan: Penemuan Agen AI: Mengidentifikasi semua agen dan kredensialnya. Zero Trust Akses: Verifikasi berkelanjutan dengan least privilege. Pemantauan Perilaku: Analitik AI mendeteksi manipulasi prompt. Respons Otomatis: Isolasi agen anomali. Kepatuhan Terintegrasi: Laporan untuk regulasi AI. CyberArk melaporkan pengurangan risiko AI hingga 70%. Praktik Terbaik untuk Pemimpin Bisnis Audit Agen AI: Inventarisasi dan evaluasi akses. Terapkan Zero Trust: Verifikasi setiap tindakan agen. Integrasikan Keamanan: Sertakan AI dalam strategi IAM. Latih Pemimpin: Pahami risiko AI agenik. Kolaborasi IT-Bisnis: Libatkan CISO dalam keputusan AI. Penutup Keamanan AI agenik adalah prioritas bisnis di 2025, dengan 82% pemimpin mengabaikan risiko (CyberArk). CyberArk Identity Security Platform memberikan visibilitas, Zero Trust, dan pemantauan untuk mengurangi risiko 70%. Dengan praktik terbaik, pemimpin dapat memanfaatkan agen AI dengan aman. Jangan abaikan risiko AI agenik—amankan agen Anda dengan CyberArk Identity Security Platform. iLogo Indonesia adalah partner terbaik di Indonesia untuk mengimplementasikan CyberArk—dengan penemuan agen AI lokal, Zero Trust akses, pelatihan risiko AI, dan dukungan 24/7 untuk mengurangi pelanggaran 70% di operasi bisnis Anda. Dapatkan AI Agent Security Assessment gratis dan demo CyberArk Indonesia sekarang.

Read More
November 11, 2025November 11, 2025

Selamat Datang di Agentic Park: Apa yang Diajarkan Teori Kekacauan tentang Keamanan AI

Pendahuluan Di dunia agen AI yang otonom—yang CyberArk sebut sebagai Agentic Park—sistem kecerdasan buatan beroperasi dengan kebebasan tinggi, mirip seperti dinosaurus di Jurassic Park. Namun, menurut laporan CyberArk pada 5 November 2025, seperti teori kekacauan (chaos theory), perubahan kecil pada input atau perilaku agen AI dapat memicu dampak besar yang tak terduga, seperti pelanggaran data atau keputusan bisnis yang merugikan. Dengan 78% organisasi keuangan menggunakan agen AI tanpa tata kelola identitas yang memadai (CyberArk 2025), risiko butterfly effect di Agentic Park semakin nyata. Artikel ini mengulas analogi Agentic Park, pelajaran dari teori kekacauan, dan bagaimana CyberArk Identity Security Platform menerapkan kontrol untuk mencegah kekacauan AI, dengan wawasan dari postingan X @CyberArk pada 6 November 2025 tentang pengurangan risiko AI hingga 70% melalui Zero Trust. Apa Itu Agentic Park? Agentic Park adalah metafora CyberArk untuk ekosistem agen AI yang otonom, di mana entitas seperti chatbot, algoritma perdagangan, dan asisten virtual beroperasi dengan akses istimewa tanpa pengawasan ketat. Seperti taman dinosaurus yang lepas kendali, agen AI dapat: Beradaptasi Sendiri: Mengubah perilaku berdasarkan data baru. Berinteraksi Kompleks: Berkolaborasi antar-agen tanpa koordinasi manusia. Memicu Efek Domino: Satu anomali dapat menyebabkan kegagalan sistemik. CyberArk melaporkan bahwa 65% organisasi tidak memiliki visibilitas terhadap interaksi antar-agen AI. Pelajaran dari Teori Kekacauan Teori kekacauan menyatakan bahwa sistem kompleks sangat sensitif terhadap kondisi awal (butterfly effect). Dalam konteks AI: Perubahan Kecil = Dampak Besar: Injeksi prompt kecil dapat menyebabkan agen AI menghasilkan output berbahaya. Prediksi Sulit: Perilaku jangka panjang agen AI sulit diprediksi. Interaksi Tak Terduga: Dua agen AI yang berinteraksi dapat menciptakan loop tak terkontrol. Titik Kritis: Batas aman yang dilampaui memicu crash atau deviation. Sebuah postingan di X oleh @CyberArk pada 6 November 2025 menyatakan: “Satu agen AI yang menyimpang dapat memicu butterfly effect—seperti kupu-kupu yang menyebabkan badai.” Risiko di Agentic Park Tanpa kontrol, Agentic Park menghadapi risiko: Crash Sistemik: Agen AI gagal secara berantai. Hack Identitas: Kredensial agen dikompromikan, memungkinkan pergerakan lateral. Deviate Perilaku: Agen membuat keputusan di luar tujuan, seperti transaksi tidak sah. Pelanggaran Kepatuhan: Kegagalan audit karena kurangnya jejak aktivitas. Kerugian Finansial: Dampak dari butterfly effect dapat mencapai jutaan dolar. Laporan Gartner 2025 memprediksi 50% insiden AI pada 2026 akan berasal dari interaksi antar-agen. Solusi CyberArk: Kontrol di Agentic Park CyberArk Identity Security Platform menerapkan pendekatan Zero Trust untuk mengendalikan kekacauan: Visibilitas Penuh: Penemuan otomatis semua agen AI dan interaksinya. Zero Standing Privileges: Akses just-in-time untuk mencegah penyalahgunaan. Pemantauan Berbasis AI: Deteksi anomali real-time untuk mencegah butterfly effect. Kebijakan Dinamis: Penyesuaian otomatis berdasarkan risiko. Jejak Audit: Log lengkap untuk kepatuhan dan forensik. CyberArk melaporkan pengurangan risiko AI hingga 70% melalui platform ini. Praktik Terbaik untuk Mengelola Agentic Park Untuk mencegah kekacauan: Inventarisasi Agen: Lacak semua agen dan kredensialnya. Terapkan Zero Trust: Verifikasi setiap akses dengan MFA. Pantau Interaksi: Gunakan analitik untuk mendeteksi loop berbahaya. Batasi Otonomi: Tetapkan guardrails untuk perilaku agen. Siapkan Respons: Playbook untuk isolasi agen anomali. Penutup Agentic Park adalah masa depan AI otonom, tetapi tanpa kontrol, teori kekacauan dapat menjadi kenyataan. Dengan 78% organisasi kekurangan tata kelola AI (CyberArk 2025), CyberArk Identity Security Platform menawarkan Zero Trust untuk visibilitas, pemantauan, dan respons otomatis, mengurangi risiko hingga 70%. Dengan praktik terbaik, organisasi dapat menikmati manfaat AI tanpa menjadi korban butterfly effect di taman agen yang liar. Jangan biarkan butterfly effect menghancurkan Agentic Park Anda. Kendalikan kekacauan AI dengan CyberArk Identity Security Platform melalui iLogo Indonesia—partner resmi CyberArk di Indonesia yang siap membangun guardrails Zero Trust, memantau setiap interaksi agen, dan mencegah satu kupu-kupu digital memicu badai siber. Dapatkan penilaian risiko AI gratis dan demo Agentic Park hari ini bersama Cyberark Indonesia dan iLogo Indonesia.

Read More
November 11, 2025November 11, 2025

Otomatisasi Kepatuhan: Mengapa Keamanan Identitas Membutuhkan Penyetelan Data-Driven

Pendahuluan Kepatuhan regulasi seperti GDPR, PCI DSS, dan SOX telah menjadi beban berat bagi organisasi di tahun 2025, dengan 75% perusahaan menghadapi denda akibat pelanggaran identitas (laporan CyberArk 2025). Dengan ancaman seperti serangan Shai-Hulud npm yang mengeksploitasi identitas pengembang, keamanan identitas memerlukan penyetelan data-driven untuk otomatisasi kepatuhan. Menurut CyberArk, 80% organisasi bergantung pada proses manual untuk audit identitas, menyebabkan kesalahan dan penundaan. Artikel ini mengulas mengapa otomatisasi kepatuhan diperlukan, tantangan keamanan identitas, dan bagaimana CyberArk Identity Security Platform menggunakan data-driven analytics untuk penyetelan otomatis, dengan wawasan dari postingan X @CyberArk pada 20 Oktober 2025 tentang pengurangan waktu audit hingga 50%. Mengapa Otomatisasi Kepatuhan Penting? Otomatisasi kepatuhan mengubah proses manual menjadi sistem efisien yang memastikan kepatuhan berkelanjutan. Manfaatnya meliputi: Pengurangan Kesalahan Manusia: 50% pelanggaran disebabkan kesalahan manual (Verizon 2025). Kepatuhan Real-Time: Pemantauan otomatis mendeteksi pelanggaran sebelum audit. Efisiensi Operasional: Mengurangi waktu audit dari minggu menjadi hari. Penghematan Biaya: Mengurangi denda regulasi hingga 40%. Skalabilitas: Menangani peningkatan identitas hybrid tanpa tambahan sumber daya. Laporan CyberArk menyatakan bahwa otomatisasi mengurangi biaya kepatuhan hingga 60%. Tantangan Keamanan Identitas Keamanan identitas menghadapi tantangan: Ekspansi Identitas: Identitas mesin 45 kali lebih banyak dari manusia (Gartner 2025). Proses Manual: Audit identitas memakan waktu, dengan 70% organisasi bergantung pada spreadsheet. Kompleksitas Hybrid: Integrasi cloud dan on-premise sulit. Ancaman AI: Agen AI dengan akses istimewa rentan terhadap kompromi. Kepatuhan Ketat: Regulasi seperti GDPR memerlukan dokumentasi real-time. Solusi CyberArk untuk Otomatisasi Kepatuhan CyberArk Identity Security Platform menggunakan data-driven analytics untuk penyetelan otomatis: Pemantauan Identitas Real-Time: Mengidentifikasi dan mengaudit identitas secara otomatis. Zero Trust Analytics: Deteksi anomali untuk kepatuhan proaktif. Otomatisasi Audit: Laporan otomatis untuk GDPR dan SOX. Integrasi Data: Menggabungkan data dari cloud, endpoint, dan IAM. Penyetelan Proaktif: AI menyesuaikan kebijakan berdasarkan tren risiko. CyberArk melaporkan pengurangan waktu audit hingga 50% melalui platform ini. Praktik Terbaik untuk Penyetelan Data-Driven Untuk mengotomatisasi kepatuhan: Integrasikan Data Sumber: Gabungkan data IAM, cloud, dan endpoint. Terapkan Zero Trust: Verifikasi akses secara berkelanjutan. Otomatisasi Audit: Gunakan AI untuk laporan rutin. Pantau Risiko: Deteksi anomali identitas real-time. Latih Tim: Edukasi tentang data-driven kepatuhan. Penutup Otomatisasi kepatuhan melalui penyetelan data-driven adalah kebutuhan di era ancaman siber 2025. Dengan 70% organisasi kesulitan IGA (CyberArk), CyberArk Identity Security Platform menawarkan solusi untuk visibilitas, Zero Trust, dan otomatisasi audit, mengurangi biaya hingga 60%. Dengan praktik terbaik, organisasi dapat memastikan kepatuhan proaktif, mengurangi risiko, dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Atasi tantangan kepatuhan dengan CyberArk Identity Security Platform melalui iLogo Indonesia—partner resmi dan terbaik CyberArk di Indonesia yang menyediakan dukungan teknis 24/7, implementasi end-to-end, pelatihan, dan layanan lokal terlengkap. Hubungi iLogo Indonesia sekarang untuk konsultasi gratis dan demo CyberArk. Jadikan iLogo Indonesia mitra kepatuhan Anda—mulai sekarang untuk keamanan identitas yang andal dan terintegrasi!

Read More
  • Previous
  • 1
  • …
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • …
  • 26
  • Next

Categories

  • blog
  • Cloud Computing
  • Cloud Hosting
  • CyberArk
  • Uncategorized

Popular Tags

AI cyberark cyberark indonesia DDoS GenAI

Services

Services

Services

Layanan

TENTANG KAMI

Cyberark Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Cyberark. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

PT iLogo Indonesia

  • (021) 53660861
  • AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
  • cyberark@ilogoindonesia.id