Akses Jarak Jauh: Kebutuhan yang Sudah Lama Ada Lokasi fisik pengguna kini semakin kurang penting dalam menjalankan bisnis, namun hal ini membawa konsekuensi berupa ancaman baru yang terus ada bagi organisasi. Anda mungkin sudah mengetahui hal ini. Yang mungkin belum Anda ketahui adalah bahwa akses jarak jauh ke sistem TI dan sistem penting bisnis bukanlah konsep baru. Konsep ini sudah ada sejak akhir 1980-an. Sejak awal kemunculannya, para profesional TI, insinyur jarak jauh, dan pihak ketiga telah menggunakan akses jarak jauh untuk mengakses komputer dan server melalui protokol seperti Telnet, Remote Desktop Protocol (RDP), dan Secure Shell (SSH) untuk memelihara infrastruktur di seluruh dunia. Namun, fleksibilitas ini membawa risiko signifikan bagi organisasi yang tidak memiliki program keamanan yang lebih canggih selain model berbasis perimeter tradisional. Menangani Lanskap Ancaman yang Berkembang Di dunia yang saling terhubung saat ini, akses jarak jauh menjadi sangat penting untuk inisiatif TI, transformasi digital dan cloud, teknologi operasional (OT), serta untuk mengakses sistem kontrol industri (ICS). Peningkatan penggunaan akses jarak jauh ini meningkatkan risiko keamanan bagi organisasi dan memperluas lanskap ancaman di luar tembok keamanan tradisional. “Kunci kerajaan” kini telah berkembang dari akun admin bawaan menjadi akses dengan izin berlebihan dan peran-peran yang diberikan ke layanan cloud, yang menciptakan lebih banyak titik buta bagi tim keamanan. Organisasi kini sangat bergantung pada layanan pihak ketiga untuk menjalankan bisnis mereka, dan pada tahun 2023, vektor serangan pihak ketiga menyebabkan hampir 29% pelanggaran data. Selain itu, Laporan Lanskap Ancaman Keamanan Identitas CyberArk 2024 menemukan bahwa 94% responden menggunakan lebih dari 10 vendor untuk inisiatif keamanan siber terkait identitas—organisasi kini terjebak dalam jaringan sistem, aplikasi, dan layanan yang tersebar di berbagai platform dan lokasi. Selain kerentanannya terhadap sistem kritis, para responden juga mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang kurangnya pengelolaan sesi, isolasi, dan visibilitas yang memadai. Apa yang dapat dipetik dari hal ini? Penting untuk mengurangi risiko ketika kita tidak tahu siapa yang berada di balik keyboard. Menguasai Manajemen Risiko Pihak Ketiga (Third-Party Risk Management) Manajemen risiko pihak ketiga (TPRM) sangat penting bagi strategi manajemen risiko keseluruhan organisasi. TPRM berfokus pada identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko yang terkait dengan vendor, pemasok, dan mitra eksternal. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan organisasi pada pihak ketiga untuk berbagai layanan dan fungsi, pengelolaan risiko yang terkait menjadi sangat penting. Akses jarak jauh yang aman adalah aspek krusial dalam TPRM, karena ini secara langsung memengaruhi keamanan data dan sistem organisasi ketika diakses oleh pihak eksternal. Program PAM untuk Akses Jarak Jauh Program Manajemen Akses Privilese (PAM) memainkan peran penting dalam mengelola akses jarak jauh yang aman, terutama untuk pihak ketiga. PAM memastikan bahwa akses ke sistem yang sangat sensitif atau data kritis diberikan hanya kepada pihak yang berwenang, dengan kontrol yang ketat dan pemantauan aktivitas mereka secara real-time. Dengan penerapan PAM, organisasi dapat mengelola dan memitigasi risiko terkait akses yang berlebihan atau tidak sah, terutama dari pihak ketiga yang memiliki akses jarak jauh ke infrastruktur organisasi. Menerapkan Praktik Terbaik untuk Membantu Mengamankan Akses Jarak Jauh Meskipun tidak ada “solusi ajaib” untuk mengamankan dan mengurangi risiko dari pihak ketiga, kontraktor, dan vendor, enam praktik terbaik berikut dapat membantu mengamankan akses jarak jauh: Perluas Program Manajemen Akses Privilese (PAM) Terapkan program PAM untuk semua pengguna dan identitas yang membutuhkan akses ke sistem yang sangat penting bagi bisnis. Aktifkan isolasi sesi, pemantauan, dan perekaman dengan kemampuan pencatatan dan audit yang kuat. Implementasikan Solusi Akses Jarak Jauh yang Aman Selain program PAM, terapkan solusi akses jarak jauh yang aman dengan menerapkan autentikasi multi-faktor (MFA) di seluruh sistem dan prinsip least privilege (PoLP). Lakukan Penilaian Risiko Vendor Secara Mendalam Sebelum bekerja dengan vendor atau pihak ketiga, lakukan penilaian risiko yang komprehensif dan tentukan kebijakan kontrol akses yang jelas. Evaluasi hubungan pihak keempat, dan tinjau laporan SOC serta kuesioner keamanan. Automatisasi penyediaan vendor juga penting untuk mengurangi beban administratif dan menghemat waktu. Automatisasi dan Terapkan Akses Just-in-Time (JIT) Implementasikan akses JIT dan usahakan untuk menghapus hak akses tetap (Zero Standing Privileges, ZSP) sambil memanfaatkan solusi PAM untuk pengguna yang mengakses kredensial atau peran bersama. Cari Solusi Tanpa Agen, VPN, dan Password Pilih solusi yang tidak memerlukan agen, VPN, atau kata sandi, yang tidak mengharuskan penambahan pengguna eksternal ke dalam layanan direktori, untuk mengurangi overhead administratif. Skema manajemen identitas berbasis ID pengguna dan kata sandi tidak praktis untuk kebutuhan akses pihak ketiga yang sering berubah dan dapat menambah kerentanannya terhadap pencurian kredensial. Tinjau dan Perbarui Kebijakan Akses Vendor Secara Berkala Secara rutin tinjau dan perbarui kebijakan akses vendor sambil terus memantau program untuk mengantisipasi ancaman baru dan yang terus berkembang. Kegiatan ini mencakup mendefinisikan prosedur pemutusan hubungan kerja, kebijakan penyimpanan akun atau peran, ketentuan penghancuran data pengguna, dan proses pelaporan untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan asuransi siber. Mengamankan Masa Depan dengan TPRM yang Efektif Pendekatan ini terhadap manajemen risiko pihak ketiga (TPRM) membantu organisasi untuk secara efektif mengurangi risiko yang terkait dengan vendor eksternal dan kontraktor yang mengakses sistem jarak jauh, sambil tetap menjaga efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap persyaratan. Serangan siber dapat sangat merusak dan berdampak jangka panjang. Membangun program PAM untuk mengamankan akses jarak jauh pihak ketiga harus menjadi prioritas utama dalam model keamanan siber organisasi mana pun. Untuk mempelajari lebih dalam tentang pendekatan modern dalam mengamankan akses jarak jauh dan mengelola risiko pihak ketiga, Anda dapat mengikuti webinar CyberArk, “Secure Your Vendor’s Access from Attacks on Third-party Vulnerabilities.” Sesi ini memberikan wawasan berharga dan strategi praktis untuk membantu meningkatkan postur keamanan organisasi Anda untuk semua identitas, baik manusia maupun non-manusia.
- (021) 53660861
- cyberark@ilogoindonesia.id
- AKR Tower – 9th Floor Jl. Panjang no. 5